Boyolali
merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dan termasuk kedalam karesidenan
Surakarta. Dilihat dari sejarahnya dahulu Boyolali merupakan wilayah dari
Keraton Surakarta Hadiningrat, sehingga banyak ditemukan budaya maupun bangunan
peninggalan Keraton Surakarta Hadiningrat atau Kasunanan Surakarta, beberapa
diantaranya yaitu Umbul Tirtomarto dan Umbul Tirtomulyo. Kedua peninggalan ini
mempunyai aspek budaya yang tinggi dan dekat dengan masyarakat Boyolali. Jika
dikaji lebih dalam kedua bangunan ini juga memiliki aspek etnomatematika.
Keduanya dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika berbasis budaya.
1.
Umbul
Tirtomarto
a.
Lokasi
Umbul Tirtomarto atau
lebih dikenal dengan nama Umbul
Pengging adalah sebuah kompleks pemandian peninggalan Kasunanan
Surakarta terletak di Desa Dukuh,
Kecamatan Banyudono,
Kabupaten Boyolali,
Provinsi Jawa Tengah.
Umbul ini berjarak sekitar 13 km ke arah selatan dari pusat kota Boyolali. 

b.
Sejarah
Pemandian ini dibangun
oleh Raja Kasunanan Surakarta yaitu Sri Paduka Pakubuwono
X.
Bangunan umbul pengging ini mempunyai arsitektur khas Keraton Surakarta. Menurut
cerita masyarakat setempat, pada awalnya pemandian ini merupakan tempat
bersantai raja dan keluarganya. Hal ini tampak dari bangunan tempat
peristirahatan yang berada di dekat kolam pemandian ini. Kompleks umbul ini
memiliki area yang cukup luas. Di kompleks Umbul Tirtomarto terdapat 3 umbul
utama yaitu Umbul Ngabean, Umbul Temanten dan Umbul Duda yang
berukuran cukup besar dan juga ada kolam renang untuk anak-anak dan satu umbul
kecil yang sering digunakan warga sekitar untuk mandi dan mencuci baju. Di
kompleks ini banyak tumbuh pohon-pohon besar seperti pohon beringin dan gayam
sehingga suasananya sejuk dan airnya segar.
c.
Penerapan
dalam Pembelajaran Matematika
|
Gambar 1
|
![]() |
|
|
|
Pada pintu
masuk umbul pengging ini bangunan gapuranya dapat digunakan sebagai media
dalam pembelajaran geometri seperti bangun datar maupun bangun ruang. Selain
itu juga dapat digunakan sebagai pembelajaran aritmatika sosial. Dengan objek
yang nyata seperti ini siswa belajar matematika kontekstual. Siswa mengerti
manfaat mempelajari geometri dalam
kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar dan
lebih menikmati pembelajaran matematika.
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Atap gapura
memiliki pola berbentuk belah ketupat. Siswa dapat mencari luas belah ketupat
dan luas bahan keseluruhan yang digunakan untuk atap. Siswa juga dapat
menghitung harga bahan atap jika diketahui harga per meternya.
2.
Pada tepian sudut atas atap diberikan tutup dari
logam agar air hujan tidak masuk. Siswa dapat menghitung luas logam yang
diperlukan.
3.
Pada bagian tepi yang mengelingi atap terdapat
ornamen kayu yang merupakan gabungan bangun mirip segitiga. Siswa dapat
menaksir luas kayu yang diperlukan.
4.
Pada dinding gapura terdapat susunan batu alam
(dua jenis) yang berbentuk belah ketupat. Siswa dapat menghitung luas dan
jumlah batu alam serta menghitung biaya yang digunakan untuk membeli batu
alam.
5.
Pada gapura terdapat loket kaca yang berbentuk
persegi panjang. Siswa dapat menghitung luas kaca dan harga belinya serta
ukuran kayu yang mengelilingi loket.
6.
Pada halaman dipasang paving berbentuk segienam.
Siswa dapat menghitung jumlah paving jika diketahui ukuran paving dan luas
halamannya, serta menghitung biaya pembelian paving.
|
|
|
Gambar 2
|
![]() |
|
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Menghitung volume air.
2.
Menghitung volume dan luas tiang yang berbentuk
tabung.
3.
Pagar pembatas antara tempat istirahat dan kolam
terdiri tiang-tiang kecil. Siswa dapat menghitung jumlahnya jika diketahui
panjang pagar dan aturan peletakan tiang pada jarak tertentu.
|
|
|
Gambar 3
|
![]() |
|
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Atap bangunan terdiri dari beberapa bangun
diantaranya adalah limas segi banyak, trapesium dan segitiga. Siswa dapat
menghitung luasnya.
2.
Siswa dapat menghitung jumlah batu alam yang
digunakan untuk dinding.
3.
Siswa dapat menghitung luas pintu kamar mandi yang
bebentuk persegi panjang.
4.
Siswa dapat menghitung jumlah keramik yang
digunakan untuk lantai disekitar kolam.
5.
Siswa dapat menaksir luas kolam yang berbentuk
poligon.
|
|
|
Gambar 4
|
![]() |
|
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Siswa dapat menghitung luas kolam.
2.
Siswa dapat menghitung keliling kolam.
3.
Siswa dapat menghitung volume air di dalam kolam.
4.
Siswa dapat menghitung luas atap yang terdiri dari
bangun limas segiempat dan trapesium.
5.
Siswa dapat menghitung ukuran pagar yang
mengelilingi kompleks kolam
|
|
|
Gambar 5
|
![]() |
|
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1. Siswa dapat menghitung luas dinding ruangan.
2. Siswa dapat menghitung panjang besi yang digunakan sebagai
pagar.
3. Siswa dapat menghitung kebutuhan cat tembok.
4. Siswa dapat menghitung luas atap yang berbentuk limas
segienam.
|
|
|
Gambar 6
|
![]() |
|
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1. Siswa dapat menghitung luas pagar pembatas tempat
istirahat dengan kolam.
2. Siswa dapat menghitung luas kayu berwarna biru yang ada
di atas pagar pembatas.
3. Siswa dapat menghitung kebutuhan ubin yang digunakan
pada tempat istirahat.
|
|
2. Umbul Tirtomulyo
a.
Lokasi
Umbul Tirtomulyo yang juga
dikenal dengan nama Umbul Muncar atau Umbul Mungup adalah peninggalan Keraton
Kasunanan Surakarta. Umbul ini terletak di Desa Kemasan kecamatan Sawit
,Boyolali (tepat di depan kantor kecamatan Sawit). Umbul ini berjarak sekitar
15 km ke arah tenggara dari pusat kota.
b.
Sejarah
Umbul Tirtomulyo
merupakan peninggalan Keraton Surakarta Hadiningrat. Seperti halnya dengan Umbul
Tirtomarto, Umbul Tirtomulyo juga dibangun oleh Pakubuwono X. Umbul ini
memiliki arsitektur yang memberi kesan kuno karena dinding-dindingnya dibangun
dari susunan batu bata tanpa ditutup dengan semen. Umbul ini ukurannya lebih
kecil daripada umbul pengging. Dahulu umbul ini digunakan oleh Pakubuwono X
untuk berendam dan semedi. Umbul ini selain digunakan wisata juga digunakan
untuk mengairi sawah warga, terutama untuk lahan pertanian kangkung. Penanaman
ini sudah dimulai sejak dibangunnya umbul ini. Cara ini digunakan Pakubuwono X
untuk meningkatkan perekonomian rakyat sekitar. Di sekitar umbul terdapat
banyak lahan pertanian kangkung yang mana kangkung memang harus di tanam pada
tanah yang selalu terendam oleh air, sehingga kangkung sangat cocok ditanam di
daerah ini.
c.
Penerapan
dalam Pembelajaran Matematika
|
Gambar 1
|
![]() |
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Siswa dapat
menghitung luas pelataran yang ada di samping kolam.
2.
Siswa
dapat menghitung dudukan yang ada di sekeliling kolam dan pelataran.
3.
Siswa
dapat menghitung luas atap dan jumlah kebutuhan genting.
|
|
Gambar 2
|
![]() |
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Siswa
dapat menghitung luas kolam dan volume air kolam.
2.
Siswa
dapat menghitung luas atap gazebo yang ada di pinggir kolam.
3.
Siswa
dapat menghitung kebutuhan batu alam yang digunakan untuk tiang gazebo.
|
|
Gambar 3
|
![]() |
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1. Siswa dapat menghitung kebutuhan batu bata untuk
membangun dinding.
2. Siswa dapat menghitung kebutuhan kayu untuk jendela.
|
|
Gambar 4
|
![]() |
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Siswa
dapat menghitung volume tiang yang berbentuk prisma segiempat.
2.
Siswa
dapat menghitung kebutuhan batu bata untuk membangun tiang.
3.
Siswa
dapat menghitung jarak antar tiang jika diketahui ukuran lantai dan jumlah
tiang.
|
|
Gambar 5
|
![]() |
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Siswa dapat menghituang luas daun pintu.
|
|
Gambar 6
|
![]() |
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1. Menghitung luas permukaan batu yang digunakan untuk
membangun undakan.
|
|
Gambar 7
|
![]() |
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1. Siswa dapat menghitung luas permukaan undakan.
2. Siswa dapat menghitung volume undakan.
|
|
Gambar 8
|
![]() |
|
|
Identifikasi
aspek matematika :
1.
Siswa
dapat menghitung luas lahan kangkung.
2.
Siswa
dapat menghitung keuntungan penjualan kangkung.
3.
Siswa
dapat menghitung kebutuhan bibit kangkung dan modalnya.
|





















gambarnya di mana ya
BalasHapus