Powered By Blogger

Selasa, 01 Maret 2016

Aspek Etnomatematika didalam Budaya dan Kearifan Lokal Boyolali



Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dan termasuk kedalam karesidenan Surakarta. Dilihat dari sejarahnya dahulu Boyolali merupakan wilayah dari Keraton Surakarta Hadiningrat, sehingga banyak ditemukan budaya maupun bangunan peninggalan Keraton Surakarta Hadiningrat atau Kasunanan Surakarta, beberapa diantaranya yaitu Umbul Tirtomarto dan Umbul Tirtomulyo. Kedua peninggalan ini mempunyai aspek budaya yang tinggi dan dekat dengan masyarakat Boyolali. Jika dikaji lebih dalam kedua bangunan ini juga memiliki aspek etnomatematika. Keduanya dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika berbasis budaya.
1.      Umbul Tirtomarto
a.      Lokasi
Umbul Tirtomarto atau lebih dikenal dengan nama Umbul Pengging adalah sebuah kompleks pemandian peninggalan Kasunanan Surakarta terletak di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Umbul ini berjarak sekitar 13 km ke arah selatan dari pusat kota Boyolali. p1000316.jpg

b.      Sejarah
Pemandian ini dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta yaitu Sri Paduka Pakubuwono X. Bangunan umbul pengging ini mempunyai arsitektur khas Keraton Surakarta. Menurut cerita masyarakat setempat, pada awalnya pemandian ini merupakan tempat bersantai raja dan keluarganya. Hal ini tampak dari bangunan tempat peristirahatan yang berada di dekat kolam pemandian ini. Kompleks umbul ini memiliki area yang cukup luas. Di kompleks Umbul Tirtomarto terdapat 3 umbul utama yaitu Umbul Ngabean, Umbul Temanten dan Umbul Duda yang berukuran cukup besar dan juga ada kolam renang untuk anak-anak dan satu umbul kecil yang sering digunakan warga sekitar untuk mandi dan mencuci baju. Di kompleks ini banyak tumbuh pohon-pohon besar seperti pohon beringin dan gayam sehingga suasananya sejuk dan airnya segar.

c.       Penerapan dalam Pembelajaran Matematika
Gambar 1
p1000316.jpg

Pada pintu masuk umbul pengging ini bangunan gapuranya dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran geometri seperti bangun datar maupun bangun ruang. Selain itu juga dapat digunakan sebagai pembelajaran aritmatika sosial. Dengan objek yang nyata seperti ini siswa belajar matematika kontekstual. Siswa mengerti manfaat  mempelajari geometri dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar dan lebih menikmati pembelajaran matematika.
Identifikasi aspek matematika :
1.       Atap gapura memiliki pola berbentuk belah ketupat. Siswa dapat mencari luas belah ketupat dan luas bahan keseluruhan yang digunakan untuk atap. Siswa juga dapat menghitung harga bahan atap jika diketahui harga per meternya.
2.      Pada tepian sudut atas atap diberikan tutup dari logam agar air hujan tidak masuk. Siswa dapat menghitung luas logam yang diperlukan.
3.      Pada bagian tepi yang mengelingi atap terdapat ornamen kayu yang merupakan gabungan bangun mirip segitiga. Siswa dapat menaksir luas kayu yang diperlukan.
4.      Pada dinding gapura terdapat susunan batu alam (dua jenis) yang berbentuk belah ketupat. Siswa dapat menghitung luas dan jumlah batu alam serta menghitung biaya yang digunakan untuk membeli batu alam.
5.      Pada gapura terdapat loket kaca yang berbentuk persegi panjang. Siswa dapat menghitung luas kaca dan harga belinya serta ukuran kayu yang mengelilingi loket.
6.      Pada halaman dipasang paving berbentuk segienam. Siswa dapat menghitung jumlah paving jika diketahui ukuran paving dan luas halamannya, serta menghitung biaya pembelian paving.

Gambar 2
17padusan3.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Menghitung volume air.
2.      Menghitung volume dan luas tiang yang berbentuk tabung.
3.      Pagar pembatas antara tempat istirahat dan kolam terdiri tiang-tiang kecil. Siswa dapat menghitung jumlahnya jika diketahui panjang pagar dan aturan peletakan tiang pada jarak tertentu.


Gambar 3
31011324.jpg


Identifikasi aspek matematika :
1.      Atap bangunan terdiri dari beberapa bangun diantaranya adalah limas segi banyak, trapesium dan segitiga. Siswa dapat menghitung luasnya.
2.      Siswa dapat menghitung jumlah batu alam yang digunakan untuk dinding.
3.      Siswa dapat menghitung luas pintu kamar mandi yang bebentuk persegi panjang.
4.      Siswa dapat menghitung jumlah keramik yang digunakan untuk lantai disekitar kolam.
5.      Siswa dapat menaksir luas kolam yang berbentuk poligon.


Gambar 4
pengging01.jpg


Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung luas kolam.
2.      Siswa dapat menghitung keliling kolam.
3.      Siswa dapat menghitung volume air di dalam kolam.
4.      Siswa dapat menghitung luas atap yang terdiri dari bangun limas segiempat dan trapesium.
5.      Siswa dapat menghitung ukuran pagar yang mengelilingi kompleks kolam


Gambar 5
DSC08794.JPG


Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung luas dinding ruangan.
2.      Siswa dapat menghitung panjang besi yang digunakan sebagai pagar.
3.      Siswa dapat menghitung kebutuhan cat tembok.
4.      Siswa dapat menghitung luas atap yang berbentuk limas segienam.


Gambar 6
DSC08799.JPG


Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung luas pagar pembatas tempat istirahat dengan kolam.
2.      Siswa dapat menghitung luas kayu berwarna biru yang ada di atas pagar pembatas.
3.      Siswa dapat menghitung kebutuhan ubin yang digunakan pada tempat istirahat.





2.      Umbul Tirtomulyo
a.      Lokasi
Umbul Tirtomulyo yang juga dikenal dengan nama Umbul Muncar atau Umbul Mungup adalah peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta. Umbul ini terletak di Desa Kemasan kecamatan Sawit ,Boyolali (tepat di depan kantor kecamatan Sawit). Umbul ini berjarak sekitar 15 km ke arah tenggara dari pusat kota.

b.      Sejarah
Umbul Tirtomulyo merupakan peninggalan Keraton Surakarta Hadiningrat. Seperti halnya dengan Umbul Tirtomarto, Umbul Tirtomulyo juga dibangun oleh Pakubuwono X. Umbul ini memiliki arsitektur yang memberi kesan kuno karena dinding-dindingnya dibangun dari susunan batu bata tanpa ditutup dengan semen. Umbul ini ukurannya lebih kecil daripada umbul pengging. Dahulu umbul ini digunakan oleh Pakubuwono X untuk berendam dan semedi. Umbul ini selain digunakan wisata juga digunakan untuk mengairi sawah warga, terutama untuk lahan pertanian kangkung. Penanaman ini sudah dimulai sejak dibangunnya umbul ini. Cara ini digunakan Pakubuwono X untuk meningkatkan perekonomian rakyat sekitar. Di sekitar umbul terdapat banyak lahan pertanian kangkung yang mana kangkung memang harus di tanam pada tanah yang selalu terendam oleh air, sehingga kangkung sangat cocok ditanam di daerah ini.

c.       Penerapan dalam Pembelajaran Matematika
Gambar 1
2015-10-10 08.55.39.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung luas pelataran yang ada di samping kolam.
2.      Siswa dapat menghitung dudukan yang ada di sekeliling kolam dan pelataran.
3.      Siswa dapat menghitung luas atap dan jumlah kebutuhan genting.

Gambar 2
2015-10-10 08.52.06.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung luas kolam dan volume air kolam.
2.      Siswa dapat menghitung luas atap gazebo yang ada di pinggir kolam.
3.      Siswa dapat menghitung kebutuhan batu alam yang digunakan untuk tiang gazebo.

Gambar 3
Pujasera-dinding.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung kebutuhan batu bata untuk membangun dinding.
2.      Siswa dapat menghitung kebutuhan kayu untuk jendela.

Gambar 4
11385227_1216648041809576_1139866910_n.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung volume tiang yang berbentuk prisma segiempat.
2.      Siswa dapat menghitung kebutuhan batu bata untuk membangun tiang.
3.      Siswa dapat menghitung jarak antar tiang jika diketahui ukuran lantai dan jumlah tiang.

Gambar 5
Pintu-Pujasera-Fix.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghituang luas daun pintu.

Gambar 6
umbul-tirto-mulyo-tamansari-vers-640x360.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Menghitung luas permukaan batu yang digunakan untuk membangun undakan.

Gambar 7
umbul-tirto-mulyo-taman-sari-ver-640x360.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung luas permukaan undakan.
2.      Siswa dapat menghitung volume undakan.

Gambar 8
10petikkangkung.jpg

Identifikasi aspek matematika :
1.      Siswa dapat menghitung luas lahan kangkung.
2.      Siswa dapat menghitung keuntungan penjualan kangkung.
3.      Siswa dapat menghitung kebutuhan bibit kangkung dan modalnya.

1 komentar: